IWCS – Industri keamanan siber berkembang pesat dan menawarkan banyak peluang bagi siapa saja yang memiliki keterampilan yang tepat, termasuk perempuan. Namun, partisipasi perempuan dalam industri ini masih tergolong rendah – hanya sekitar 10-20% dari tenaga kerja cybersecurity yang diisi oleh perempuan. Padahal, meningkatnya ancaman siber membutuhkan lebih banyak tenaga profesional di bidang ini. Episode podcast Let’s Talk Cyber bertemakan Perempuan Kerja di Cybersecurity membahas fenomena ini lebih lanjut.
Kesempatan Setara Tanpa Memandang Gender
Perusahaan-perusahaan di bidang keamanan siber semakin memahami bahwa keberagaman gender dapat meningkatkan efektivitas tim. Berbagai riset menunjukkan bahwa tim yang lebih beragam lebih inovatif dalam menghadapi ancaman digital. Oleh karena itu, banyak perusahaan kini lebih aktif dalam merekrut perempuan di bidang ini.
Namun, ada beberapa tantangan yang masih perlu diatasi, seperti minimnya eksposur perempuan terhadap pendidikan dan pelatihan terkait keamanan siber. Banyak perempuan masih menghadapi stereotip bahwa bidang teknologi adalah dunia yang didominasi laki-laki. Hal ini pun diakui oleh Meta Mutia Permata Sari, S.Tr.Kom, Sandiman Ahli Pertama & Cybersecurity Creator dalam podcast Let’s Talk Cyber, “Perempuan bisa belajar dan melakukan pekerjaan teknis seperti para lelaki, tapi tidak pernah diberi kesempatan,”
Solusinya? Lebih banyak program edukasi dan pelatihan khusus untuk menarik minat perempuan sejak dini, termasuk di tingkat sekolah dan universitas. Selain itu, adanya komunitas dan mentor perempuan di bidang ini dapat membantu memberikan motivasi dan dukungan yang lebih besar.
Beragam Peran yang Tersedia
Cybersecurity tidak hanya tentang coding dan analisis teknis, tetapi juga mencakup berbagai peran yang membutuhkan keahlian komunikasi, manajemen risiko, dan strategi. Dengan kata lain, perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam industri ini. Beberapa peran yang menjanjikan bagi perempuan di bidang ini antara lain:
- Analis Keamanan Siber – Mengidentifikasi dan menganalisis potensi ancaman keamanan.
- Insinyur Keamanan Jaringan – Merancang sistem keamanan untuk mencegah serangan siber.
- Manajer Risiko dan Kepatuhan – Memastikan perusahaan mematuhi regulasi keamanan.
- Konsultan Keamanan Siber – Memberikan strategi pertahanan terhadap ancaman digital.
Walaupun dunia cybersecurity identik dengan pekerjaan teknis, masih banyak peran lain untuk para perempuan yang tidak harus bersinggungan dengan hal-hal teknis, “Kesempatan terbuka luas untuk perempuan di dunia cybersecurity Indonesia – perannya banyak, tidak harus mengerti teknis tapi dengan memberi dampak yang positif” ujar Eva Noor, President & Managing Director PT Xynexis International dalam podcast Let’s Talk Cyber.
Simak diskusinya lebih lanjut dalam podcast Let’s Talk Cyber di YouTube PT Xynexis International dan pastikan bisnis serta perusahaan Anda terlindung dari ancaman siber dengan menghubungi PT Xynexis International.